Saat ini banyak startup bermunculan, tapi banyak pula yang gagal. Pola ini bisa terjadi bukan karena produknya jelek, tapi karena Product-Market Fit atau PMF tidak tercapai dan penawaran tidak sesuai kebutuhan pasar.
Padahal sebetulnya PMF adalah tonggak dan fondasi utama keberlangsungan startup itu sendiri. Jadi sebelum menjalankan bisnis tanpa pola, lebih baik tahu konsep PMF, strategi, serta cara mengukurnya.

Konsep Dasar PMF
Product Market Fit adalah kondisi saat produk atau jasa bisa memecahkan masalah target audiens. Kondisi ini menjadi tanda bahwa ada kecocokan antara masalah target market dengan penawaran solusi bisnis.
Biasanya saat produk belum mencapai PMF akan ada tanda-tanda dasar. Misalnya retensinya rendah, penjualannya masih seret, bahkan strategi pemasarannya selalu terasa terpaksa tanpa ada hasil baik yang mengikuti.
Sedangkan saat PMF terpenuhi, maka idealnya skala bisnis akan bertumbuh secara organik dan pelanggan terus meningkat. Jadi membludaknya permintaan dalam satu waktu kemudian turun lagi bukan menjadi tanda PMF.
Strategi Mencapai PMF
Untuk mencapai Product-Market Fit, maka perlu langkah strategis yang sistematis dan berkelanjutan. Bisnis harus mampu memetakan profil pelanggan yang akan menjadi target marketnya secara mendetail.
Baru setelah ada target market, maka perlu pemetaan masalah dan solusi yang bisa menjadi jawaban. Proses ini tentu tidak mudah karena perlu survey dari berbagai aspek hingga menemukan data spesifik.
Pembuatan produk bisa menjadi langkah lanjutan, tapi juga dengan strategi potensial. Caranya adalah jangan langsung produksi banyak. Sedikit saja dulu, baru kemudian lakukan pengujian ke pasar potensial.
Data dari hasil pengujian bukan akhir untuk mencapai PMF. Justru langkah ini harus berlanjut sampai evaluasi dan perbaikan. Feedback dari pasar harus menjadi acuan hingga akhirnya produk jadi dan mampu mencapai PMF.
Cara Mengukur Pencapaian PMF
Tercapainya Product-Market Fit juga tidak bisa terhitung berdasarkan perkiraan. Ada beberapa indikator yang bisa menjadi acuan untuk mengecek tercapainya PMF. Ini beberapa indikator dan cara membacanya:
1. Tingkat Retensi Pengguna
Tingkat retensi menjadi salah satu matrik utama. Bisnis harus mampu mengukur seberapa banyak pelanggan yang kembali. Saat awal bisnis berjalan, matrik ini bisa jadi akan bertumbuh positif tapi tetap perlu peninjauan.
Jika semakin lama retensi tetap naik, maka artinya ada indikasi PMF terpenuhi. Kondisi kurva retensi yang flat atau mendatar juga tidak selalu menunjukkan kondisi negatif. Asal kurva mendatang di angka yang masih tinggi, maka potensinya masih baik.
2. Net Promoter Score
Product-Market Fit juga berkaitan erat dengan indikator Net Promoter Score atau NPS. Alat ukur ini menunjukkan seberapa besar pelanggan merekomendasikan produk ke orang lain terdekatnya.
Indikator ini akan menilai seberapa besar pertumbuhan pemasaran organik khususnya memakai metode word of mouth. Semakin tinggi NPS, maka akan semakin banyak orang yang datang dari rekomendasi dan ini menunjukkan pencapaian PMF.
3. Customer Lifetime Value
Validasi pasar juga bisa terpenuhi dari mengukur CLV ini. Indikator ini menunjukkan seberapa besar keuntungan pelanggan saat memakai produk. Apabila CLV naik, pelanggan sering memakai produk, maka PMF juga akan naik perlahan.
Hubungan pelanggan dengan bisnis akan sangat tercermin melalui indikator ini. Namun bisnis juga perlu menyeimbangkan rasio CLV dengan biaya akuisisi pelanggan. Tujuan langkah tersebut agar pertumbuhan bisnis tetap sehat.
Penutup
Fokus pada pencapaian Product-Market Fit termasuk langkah strategis sebelum mengembangkan bisnis. Melalui perhitungan ini, maka produk akan tetap relevan dengan kebutuhan pasar skala besar.

