Produk yang masuk ke pasar tidak selalu menarik bagi pelanggan. Perlu adanya keunikan yang jelas sehingga mudah terpatri di pikiran banyak orang. Pelaku bisnis perlu membangun Unique Value Proposition (UVP) untuk mengatasi masalah tersebut.
Konsep UVP ini tentu tidak serta merta hadir karena ide singkat. Untuk membuatnya perlu strategi yang sesuai pilar-pilar pembentuknya. Semakin kuat UVP, maka nilai penting dari produknya akan semakin terlihat.

Definisi UVP dan Kenapa Penting
Value proposition adalah pernyataan bisnis atas nilai-nilai atau manfaat yang ada dalam produknya. Nilai ini harus selaras dengan tujuan dan harus hadir sebagai solusi permasalahan kalangan target market produk tersebut.
Ada banyak alasan kenapa UVP ini penting dan salah satunya adalah sebagai pembeda. Saat ini pelaku bisnis sudah banyak dengan produk serupa. Jika tidak ada pembeda, maka masyarakat tidak akan mengenali.
UVP juga berpotensi meningkatkan persepsi di mata target market. Saat ada keunikan, maka orang-orang cenderung lebih tertarik untuk memanfaatkan produknya. Namun keunikan ini tetap harus sejalan dengan kebutuhan solusi.
Konsistensi komunikasi dalam pemasaran juga bisa terbantu dengan adanya UVP ini. Semua pihak dalam tip bisa punya acuan yang jelas terkait produk. Jadi saat pemasaran berjalan akan ada satu informasi yang sama dan terarah.
Pilar Pembentuk UVP
Penentuan UVP harus melalui proses yang sistematis. Wajib ada skema khusus yang mengacu pada kebutuhan konsumen serta apa yang bisa bisnis hadirkan. Oleh sebab itu berbagai elemen UVP harus menjadi standar utama.
Ada pembagian elemen yang wajib menjadi bahan belajar, tapi semuanya akan saling berkaitan. Masing-masing elemen itu sudah terstruktur lengkap dengan penjelasannya sebagai berikut:
1. Kebaruan dan Pemecahan Masalah
Value proposition harus punya kebaruan. Jika hanya menampilkan produk jualan yang persis dengan bisnis lain, maka konsumen tidak tertarik. Jadi rancang dulu apa keunikan dan kebaruan yang bisa menjadi pembeda meski produknya sama.
Namun penentuan kebaruan ini harus sejalan dengan pemecahan masalah. Jangan hanya unik tapi tidak bisa memberi solusi nyata. Justru sebaiknya fokus ke pemberian solusi dulu tapi ada kombinasi yang unik dan baru di sana.
2. Brand dan Harga
Implementasi keunikan produk (USP) tidak harus yang selalu nyeleneh. Keunikan ini bisa fokus ke pembuatan konsep brand agar lebih prestisius. Tidak semua orang bisa membangun brand, maka hal ini bisa menjadi salah satu cara potensial.
Penentuan harga juga tidak bisa sembarangan. Harga yang kompetitif memang penting, tapi wajib punya strategi pengenalan yang sistematis. Penting untuk memberikan harga dengan nilai produk setara agar tidak ada ketimpangan.
3. Kustomisasi dan Desain
Memberikan fitur kustomisasi kepada pelanggan juga termasuk value proposition potensial. Tidak semua bisnis mau memberikan ini karena berkaitan dengan alasan efisiensi. Namun jika pelanggan bisa menyesuaikan produk sendiri, maka ada pembeda di dalamnya.
Kalaupun tidak ada fitur kustomisasi, produk harus punya desain yang tidak biasa. Harus ada estetika yang menonjol, kenyamanan yang menjadi tujuan, atau pemberian desain ekstra yang superior.
4. Performa dan Aksesibilitas
Produk memang yang utama, tapi performa juga wajib menjadi penunjang. Semakin baik performa dan kinerja untuk efisiensi produk, maka bisnis bisa satu langkah di depan daripada kompetitornya.
Pertimbangkan juga bagaimana pelanggan menjangkau produk. Saat aksesibilitas terbatas, maka produk akan sulit berkembang ke pasar yang lebih luas. Jadi efisiensi akses ini perlu menjadi pertimbangan agar value produk bisa naik.
Penutup
Pada dasarnya value proposition adalah fondasi utama untuk menarik target market. Semakin unik produk atau jasa bisnisnya, maka proses pengembangannya akan lebih masif karena mampu merambah jangkauan lebih luas.

